Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
https://lenteranil.com/index.php/horizontal
<p><strong>Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner</strong> merupakan jurnal ilmiah yang berorientasi pada pengembangan dan integrasi berbagai disiplin ilmu dalam menjawab tantangan akademik dan sosial yang semakin kompleks. Jurnal ini hadir sebagai ruang publikasi yang mendorong kolaborasi lintas bidang, mempertemukan perspektif sains, sosial, humaniora, pendidikan, teknologi, dan bidang-bidang strategis lainnya dalam satu wadah ilmiah yang terpadu.</p>Lentera Nilid-IDHorizon Transdisipliner: Jurnal MultidisiplinerKETAHANAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN: KAJIAN LITERATUR PADA KAWASAN PESISIR SELATAN
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/2
<p><em>Ekosistem mangrove memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, terutama pada wilayah pesisir selatan yang memiliki dinamika gelombang laut yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketahanan ekosistem hutan mangrove terhadap perubahan lingkungan di kawasan pesisir selatan serta memahami peran mangrove dalam menjaga stabilitas ekosistem pesisir. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data ScienceDirect, Google Scholar, dan ResearchGate dengan rentang tahun publikasi 2014–2026. Analisis dilakukan dengan mengkaji berbagai hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan fungsi ekologis mangrove, perubahan lingkungan pesisir, serta upaya konservasi mangrove. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove memiliki kemampuan yang signifikan dalam mengurangi dampak abrasi pantai, meredam energi gelombang laut, serta berperan sebagai penyerap karbon alami yang efektif. Di kawasan pesisir selatan, keberadaan mangrove juga berfungsi sebagai habitat penting bagi berbagai organisme pesisir yang mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan masyarakat. Namun demikian, berbagai aktivitas manusia seperti konversi lahan, pembangunan kawasan pesisir, serta eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan dapat menyebabkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Oleh karena itu, upaya konservasi, rehabilitasi, serta pengelolaan mangrove secara berkelanjutan menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan ekosistem pesisir selatan terhadap perubahan lingkungan.</em></p>Julia Armita ParenjaMelva Putri DealovaMiftah Az-zura Salsabila
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-03-172026-03-1710119MENAFSIR GEOMORFOLOGI LEWAT WAHYU: INTEGRASI ILMU KEBUMIAN DAN AL-QUR’AN DALAM MEMAHAMI DINAMIKA PERMUKAAN BUMI
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/1
<p>Geomorfologi merupakan cabang ilmu kebumian yang mempelajari bentuk permukaan bumi serta proses-proses yang membentuk dan mengubahnya sepanjang waktu geologis. Kajian geomorfologi modern berkembang melalui pendekatan empiris, observasi lapangan, analisis geospasial, serta pemodelan proses geomorfik. Namun demikian, berbagai fenomena alam yang menjadi objek kajian geomorfologi sebenarnya telah disinggung dalam Al-Qur’an sejak lebih dari empat belas abad yang lalu. Kitab suci tersebut tidak hanya memuat petunjuk moral dan spiritual, tetapi juga mengandung berbagai isyarat mengenai dinamika bumi seperti gunung, sungai, hujan, angin, serta perubahan lanskap. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan antara fenomena geomorfologi dan ayat-ayat Al-Qur’an melalui pendekatan interdisipliner antara ilmu kebumian dan studi keislaman. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka dengan analisis tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fenomena kebumian. Konsep-konsep tersebut kemudian dibandingkan dengan teori geomorfologi modern seperti tektonik lempeng, proses fluvial, dinamika pesisir, karstifikasi, serta proses pelapukan dan sedimentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sejumlah ayat Al-Qur’an memiliki kesesuaian konseptual dengan proses geomorfologi yang dijelaskan oleh ilmu kebumian modern. Gambaran mengenai gunung sebagai penyeimbang bumi, sungai sebagai pembentuk lanskap, serta perubahan struktur bumi akibat guncangan menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan isyarat mengenai dinamika alam yang dapat dipahami melalui ilmu pengetahuan. Integrasi antara sains dan wahyu memberikan perspektif yang lebih holistik dalam memahami bumi sebagai sistem alam sekaligus sebagai tanda kebesaran Tuhan</p>SakilahIsmail
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-03-172026-03-171011016DAMPAK DEGRADASI DAN RESTORASI MANGROVE TERHADAP CADANGAN KARBON BIRU DI INDONESIA: STUDI LITERATUR
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/3
<p>Ekosistem <em>Mangrove</em> memiliki peran penting dalam penyimpanan karbon biru karena kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar pada biomassa dan sedimen. Namun, berbagai aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan, penebangan, serta pembangunan wilayah pesisir menyebabkan terjadinya degradasi <em>Mangrove</em> yang berdampak pada penurunan cadangan karbon biru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak degradasi dan restorasi <em>Mangrove</em> terhadap cadangan karbon biru di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, serta publikasi yang relevan mengenai <em>Mangrove</em> dan karbon biru yang diperoleh dari database ilmiah seperti Google Scholar dan jurnal internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa degradasi <em>Mangrove</em> menyebabkan berkurangnya kemampuan ekosistem dalam menyimpan karbon serta meningkatkan emisi karbon ke atmosfer. Sebaliknya, upaya restorasi <em>Mangrove</em> melalui penanaman kembali dan pengelolaan ekosistem pesisir terbukti mampu meningkatkan cadangan karbon biru serta mendukung mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, pengelolaan <em>Mangrove</em> secara berkelanjutan dan program restorasi yang efektif sangat diperlukan untuk mempertahankan fungsi ekosistem <em>Mangrove</em> sebagai penyimpan karbon alami di wilayah pesisir Indonesia.</p>fajrina AkmaliaHasriani Dwy AnjaniTiara Ayu Safitri Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-04-012026-04-011011728ANALISIS DAMPAK EKSPEDISI HMS CHALLENGER TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU OSEANOGRAFI
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/4
<p>Ekspedisi <em>HMS Challenger</em> (1872–1876) merupakan tonggak penting dalam perkembangan ilmu oseanografi modern. Sebelum ekspedisi ini dilaksanakan, pemahaman manusia mengenai kondisi fisik, kimia, dan biologi laut masih sangat terbatas serta belum didukung oleh penelitian ilmiah yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekspedisi <em>HMS Challenger</em> terhadap perkembangan ilmu oseanografi, terutama dalam hal metode penelitian dan temuan ilmiah yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan sejarah eksplorasi laut. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekspedisi ini berhasil mengumpulkan data penting mengenai kedalaman laut, suhu, salinitas, sedimen dasar laut, serta keanekaragaman hayati laut dalam skala global. Selain itu, ekspedisi ini juga memperkenalkan metode penelitian laut yang lebih sistematis dan pendekatan multidisiplin dalam kajian kelautan. Oleh karena itu, ekspedisi <em>HMS Challenger</em> memberikan kontribusi besar dalam membangun dasar ilmiah bagi perkembangan ilmu oseanografi modern.</p>Nurhasanah NasutionOcha Fathica Rizty
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-04-022026-04-021012937KAJIAN PERUBAHAN KONDISI OSEANOGRAFI DAN KERENTANAN EKOSISTEM PESISIR DI TELUK JAKARTA
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/5
<p>Teluk Jakarta merupakan perairan semi tertutup yang mengalami tekanan lingkungan tinggi akibat aktivitas antropogenik dan dinamika oseanografi pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan kondisi oseanografi serta implikasinya terhadap kerentanan ekosistem pesisir melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah narrative literature review terhadap 10 artikel ilmiah terbitan tahun 2016–2025 yang diperoleh dari Google Scholar dan jurnal nasional terakreditasi. Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan kerangka kerentanan yang mencakup exposure, sensitivity, dan adaptive capacity. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan arus, peningkatan suhu permukaan laut, serta rendahnya kemampuan pembilasan perairan mempercepat sedimentasi dan meningkatkan kekeruhan. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kerentanan terumbu karang dan padang lamun yang bergantung pada kejernihan air, sedangkan mangrove memiliki kapasitas adaptasi yang relatif lebih baik. Dinamika oseanografi berperan penting dalam menentukan tingkat kerentanan ekosistem pesisir di Teluk Jakarta.</p>Adinda Aulia RahmaArdiyansah ArdiyansahWasila Rahma Sarita
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-04-062026-04-061013843ANALISIS KOMPARATIF DINAMIKA ARUS DAN GELOMBANG DI PERAIRAN BARAT DAN TIMUR SUMATERA
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/6
<p><em>Penelitian ini bertujuan membandingkan dinamika arus dan gelombang di perairan barat dan timur Sumatera.. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menyintesis data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah dan buku teks oseanografi standar yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perairan barat Sumatera memiliki karakteristik energi tinggi karena dipengaruhi langsung oleh Samudra Hindia, yang ditandai dengan arus monsun yang kuat dan gelombang yang signifikan. Sebaliknya, wilayah timur Sumatera yang bersifat semi tertutup menunjukkan tingkat energi rendah, di mana pergerakan massa air lebih didominasi oleh pola pasang surut serta pengaruh debit air tawar daratan yang memicu variabilitas salinitas. Perbedaan batimetri dan keterbukaan terhadap samudera lepas menjadi determinan utama dalam perbedaan profil fisik kedua wilayah tersebut. Implikasi dari temuan ini sangat krusial sebagai rujukan ilmiah dalam mitigasi bencana pesisir, keselamatan navigasi, serta perencanaan tata ruang maritim yang spesifik dan efektif di setiap sisi Pulau Sumatera.</em></p>Johana Marsela ZaliantiSiti RahmayaniZahratun Nasywa Elno
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-04-092026-04-091014450ANALISUS LITERATUR: PERAN PARAMETER OSEANOGRAFI TERHADAP DINAMIKA EKOSISTEM LAUT DAN PESISIR
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/7
<p><em>Penelitian ini bertujuan mengkaji peran oseanografi dalam memahami perubahan ekosistem laut global, terutama dari aspek fisik dan kimia serta dampaknya bagi manusia. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap 9 artikel ilmiah (2015–2024) dari Google Scholar, ScienceDirect, dan Scopus. Parameter yang dianalisis meliputi suhu permukaan laut, arus, salinitas, dan pH. Hasilnya menunjukkan bahwa kenaikan suhu laut menyebabkan pemutihan terumbu karang dan menurunkan keanekaragaman hayati. Perubahan arus laut memengaruhi persebaran ikan dan lokasi penangkapan, sedangkan pengasaman laut berdampak pada organisme berkapur. Fenomena ENSO dan IOD turut memperkuat perubahan tersebut. Dampaknya juga dirasakan pada ekosistem mangrove serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, pemahaman oseanografi penting untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.</em></p>Addina ZaharahZahara Zafria RahmaPoja Ramandilla
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-04-102026-04-101015157TINJAUAN LITERATUR TENTANG DINAMIKA ARUS, GELOMBANG, DAN DAMPAKNYA TERHADAP SEDIMENTASI SERTA PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PESISIR TROPIS
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/8
<p><em>Wilayah pesisir tropis merupakan lingkungan yang sangat dinamis akibat interaksi antara arus laut, gelombang, dan proses transportasi sedimen, yang secara langsung memengaruhi perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dinamika arus dan gelombang dengan distribusi sedimen, serta dampaknya terhadap perubahan garis pantai di wilayah pesisir tropis. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka, dengan menganalisis 7 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar menggunakan kata kunci yang relevan, seperti arus laut, gelombang, sedimentasi, dan garis pantai. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui pendekatan komparatif dan dengan mensintesis hasil dari berbagai penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus laut, terutama arus pesisir, berperan dalam mengangkut sedimen di sepanjang garis pantai, sementara gelombang berfungsi sebagai sumber energi utama yang mendorong proses abrasi dan akresi. Namun, pengaruh masing-masing faktor tidak selalu sama di setiap lokasi, karena sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti kekuatan gelombang, ketersediaan sedimen, dan morfologi pantai. Perbedaan temuan antarpenelitian menunjukkan bahwa dinamika pesisir bersifat kompleks dan tidak dapat dijelaskan hanya dengan satu pendekatan saja. Keunikan penelitian ini terletak pada upayanya untuk mengintegrasikan berbagai temuan penelitian sebelumnya ke dalam analisis yang komprehensif, dengan menekankan hubungan antara proses hidrodinamik, transportasi sedimen, dan perubahan garis pantai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif serta menjadi landasan bagi pengelolaan zona pesisir yang berkelanjutan</em></p>Aulia Putri NurjanahRopi YantiSiti Hotijah
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-04-102026-04-101015865KAJIAN DINAMIKA ARUS LAUT DAN SALINITAS SERTA KAITANNYA DENGAN PERUBAHAN IKLIM DI PERAIRAN TROPIS INDONESIA
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/9
<p><em>Perairan tropis Indonesia memiliki karakteristik oseanografi yang sangat dinamis karena dipengaruhi oleh interaksi antara arus laut, salinitas, dan perubahan iklim global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara dinamika arus laut dan distribusi salinitas serta implikasinya terhadap perubahan iklim di wilayah perairan Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 10 jurnal nasional dan internasional dalam rentang waktu 2015–2025.Hasil kajian menunjukkan adanya penguatan Arus Lintas Indonesia (ITF) pada fase La Niña dan pelemahan saat El Niño, yang diikuti oleh anomali salinitas regional, yaitu peningkatan salinitas di wilayah timur dan penurunan di wilayah barat Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi antara arus laut dan salinitas tidak hanya bersifat dinamis, tetapi juga sensitif terhadap perubahan iklim global. Penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang mengkaji arus laut dan salinitas secara bersamaan dalam satu kerangka analisis, sehingga memberikan pemahaman yang lebih utuh dibandingkan kajian sebelumnya yang cenderung terpisah. Dengan demikian, dinamika arus laut dan salinitas dapat digunakan sebagai indikator penting dalam mendeteksi dan memahami perubahan iklim di perairan tropis Indonesia.</em></p>Dewi maharani sutarlinMutiara MutiaraRaihan Sukma
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-04-112026-04-111016675PERKEMBANGAN OSEANOGRAFI MODERN BERBASIS TEKNOLOGI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGELOLAAN SUMBER DAYA LAUT BERKELANJUTAN
https://lenteranil.com/index.php/horizontal/article/view/10
<p><em>serta implikasinya terhadap pengelolaan sumber daya laut dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Studi ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi oseanografi dan pemanfaatannya dalam kebijakan pengelolaan laut, khususnya di negara berkembang. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, melalui seleksi literatur dari database ilmiah bereputasi dalam rentang tahun 2015–2023. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis dan komparasi antar penelitian untuk menghasilkan sintesis yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi observasi seperti Argo Float dan kecerdasan buatan mampu meningkatkan akurasi pemantauan serta prediksi dinamika laut. Selain itu, perkembangan ini berkontribusi terhadap pengelolaan perikanan berbasis ekosistem dan mitigasi dampak perubahan iklim, meskipun implementasinya masih terbatas pada wilayah tertentu. Kesimpulannya, optimalisasi pemanfaatan data oseanografi melalui integrasi dengan kebijakan berbasis ilmiah menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan sumber daya laut dan ekosistem pesisir di masa depan</em>.</p>Misa MutizaRossalia NhYumna Zakiah
Hak Cipta (c) 2026 Horizon Transdisipliner: Jurnal Multidisipliner
2026-04-112026-04-111017684