https://lenteranil.com/index.php/bentala/issue/feedBENTALA: Journal of Geography2026-09-02T15:48:28+00:00Open Journal Systems<p style="text-align: justify;"><em><strong>BENTALA: Journal of Geography</strong></em> menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian di bidang ilmu geografi, pendidikan geografi, dan terapannya. Jurnal ini terbit secara berkala pada bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>. Jurnal ini menerima kajian yang mengembangkan pemahaman geografis secara holistik, baik dalam perspektif ilmu geografi maupun pendidikan, serta kajian interdisipliner yang memiliki keterkaitan dengan fenomena keruangan, lingkungan, sosial, budaya, dan pendidikan. Jurnal ini diterbitkan di bawah naungan <strong>Yayasan Safir Nil Indonesia (YSNI) dengan No. SK Kemenkumham AHU-0015860.AH.0104.Tahun 2026.</strong></p> <p style="text-align: justify;">Ruang lingkup (<em>scope</em>) <em><strong>BENTALA: Journal of Geography</strong></em> mencakup berbagai bidang utama, antara lain: <em>Geographical Education and Development, Social Phenomenon, Local Wisdom, Integration of Geography with Islam, Geomorphology, Climatology, Biogeography, Soils Geography, Human and Population Geography, Behavioral Geography and Ecology, Economic Geography, Political Geography, Historical Geography, Geographic Information Systems (GIS), Cartography, Geographical Disaster, Quantification Methods in Geography,</em> serta <em>Remote Sensing</em>.</p>https://lenteranil.com/index.php/bentala/article/view/140EFEKTIVITAS PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN UNTUK MENINGKATKAN SPATIAL THINKING SISWA PADA MATERI MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SMA NEGERI 7 PALU2026-09-02T15:48:28+00:00Nur Arfanurarfanamir83@gmail.comAmalia Novaritaamaliiaanovarita@gmail.comRahmawati Rahmawatithywa_03@yahoo.comSupriyatman Supriyatmanspymfis.untad@gmail.com<p>Kemampuan spatial thinking merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran geografi, khususnya pada materi mitigasi bencana gempa bumi. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendekatan Understanding by Design (UbD) dalam meningkatkan spatial thinking siswa kelas XI SMA Negeri 7 Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen melalui desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 62 siswa yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data diperoleh melalui tes pretest dan posttest yang disusun berdasarkan delapan indikator spatial thinking, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Mann–Whitney. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 82,58, sedangkan kelas kontrol sebesar 65,97. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Understanding by Design memberikan peningkatan kemampuan spatial thinking yang lebih baik dibandingkan pembelajaran Discovery Learning. Dengan demikian, pendekatan Understanding by Design dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran geografi untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir keruangan siswa pada materi mitigasi bencana gempa bumi.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 BENTALA: Journal of Geographyhttps://lenteranil.com/index.php/bentala/article/view/67PERUBAHAN GEOMORFOLOGI LAHAN GAMBUT AKIBAT KONVERSI HUTAN MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI RIAU2026-06-06T15:21:44+00:00Naila Puteri Adinatanailaputeriadinata@gmail.comRindiyah watirindiyahwari123@gmail.comErfan Maulanamaulanaerfan62@gmail.comFriska Ramadanifriskaramadani199@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan geomorfologi lahan gambut akibat konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, khususnya pada kawasan Semenanjung Kampar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (literatur review) dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal imiah, buku, laporan penelitian, dan publikasi resmi yang relevan dengan geomorfologi lahan gambut dan perubahan penggunaan lahan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses pngkajian, perbandingan, dan sintesis berbagai temuan terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa konversi hutan gambut menjadi perkebunan kelapa sawit menyebabkan perubahan signifikan pada sistem geomorfologi lahan gambut, terutaman melalui pembangunan drainase yang menurunkan muka air tanah, mempercepat dekomposisi bahana organik, dan memicu terjadinya subsiden. Selain itu, konversi lahan meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran gambut, menurunkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan unsur hara, serta mengurangi keanekaragaman hayati akibat perubahan tutupan lahan menjadi sistem monokultur. Faktor ekonomi, perkembangan wilayah, dan implementasi kebijakan yang belum optimal menjadi pendorong utama terjadinya konversi lahan gambut. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan lahan gambut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pengendalian tata air, restorasi ekosistem, serta penguatan kebijakan perlindungan guna menjaga stabilitas geomorfologi dan fungsi ekologis lahan gambut.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 BENTALA: Journal of Geographyhttps://lenteranil.com/index.php/bentala/article/view/65EVALUASI PENGARUH LIMBAH ORGANIK TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI KAMPAR BERDASARKAN STUDI LITERATUR2026-06-04T16:49:09+00:00Ananda Kurniawankurniawannan244@gmail.comMawaddah R Mawaddah Rmawaddahr75@gmail.comReva Rahmadanirevarahmadani74@gamail.com<p>Sungai Kampar di Provinsi Riau memiliki peran penting sebagai sumber air bagi kebutuhan domestik, perikanan, pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, peningkatan aktivitas manusia di sepanjang daerah aliran sungai menyebabkan meningkatnya beban pencemaran organik yang berdampak pada penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh limbah organik terhadap kualitas air Sungai Kampar berdasarkan sintesis berbagai penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengumpulkan artikel ilmiah dari database <em>Google Scholar</em> dan Garuda menggunakan kata kunci <em>organic waste</em>, <em>water quality</em>, <em>Kampar River</em>, BOD, dan <em>eutrophication</em>. Artikel yang dipilih dibatasi pada publikasi tahun 2015–2025 dan memiliki relevansi terhadap kualitas air Sungai Kampar. Sebanyak 15 artikel dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em> untuk mengidentifikasi hubungan antara sumber limbah organik dan perubahan parameter kualitas air. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah domestik, aktivitas keramba jaring apung, serta limbah industri menjadi sumber utama peningkatan beban organik di Sungai Kampar. Parameter yang paling sering mengalami peningkatan adalah<em> Biological Oxygen Demand</em> (BOD) <em>dan Chemical Oxygen Demand</em> (COD), sedangkan kadar <em>Dissolved Oxygen</em> (DO) cenderung menurun pada beberapa titik pengamatan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan pencemaran yang berpotensi menurunkan kapasitas asimilasi sungai dan memicu eutrofikasi. Berdasarkan hasil kajian, diperlukan penguatan pengelolaan limbah domestik dan industri secara terpadu guna menjaga kualitas air Sungai Kampar secara berkelanjutan.</p>2026-06-04T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 BENTALA: Journal of Geographyhttps://lenteranil.com/index.php/bentala/article/view/64DINAMIKA GEOMORFOLOGI VULKANIK PULAU BALI BERDASARKAN STUDI LITERATUR2026-06-04T16:25:16+00:00Ahmad Gandhiahmaddgandhiii@gmail.comRizkina Zahararizkinazahara02@gmail.comAila Risna Azzuraailarisnaazzura9@gmail.com<p>Pulau Bali merupakan wilayah yang berada pada sistem Busur Sunda (<em>Sunda Arc</em>) dan dipengaruhi oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia sehingga memiliki karakteristik geomorfologi vulkanik yang kompleks. Berbagai penelitian mengenai Bali umumnya berfokus pada aktivitas vulkanik, mitigasi bencana, dan sistem magma gunung api, namun kajian yang mengintegrasikan hubungan aktivitas vulkanik terhadap dinamika geomorfologi Pulau Bali secara komprehensif masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika geomorfologi vulkanik Pulau Bali melalui pendekatan studi literatur guna memahami peran vulkanisme dalam pembentukan dan evolusi bentang alam vulkanik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi literatur melalui penelusuran sumber ilmiah pada Google Scholar menggunakan kata kunci “geomorfologi vulkanik Bali”, “geomorfologi tektonik”, dan “geomorfologi vulkanik” pada rentang publikasi tahun 2015–2026. Data dianalisis menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi hubungan aktivitas vulkanik terhadap perkembangan geomorfologi Pulau Bali. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas vulkanisme Kuarter berperan dominan dalam membentuk morfologi Pulau Bali berupa pegunungan vulkanik, kaldera, lereng gunung api, dan dataran vulkanik, terutama pada wilayah tengah hingga timur Bali yang dipengaruhi intensitas aktivitas vulkanik lebih tinggi dibandingkan wilayah barat Bali. Selain itu, dinamika geomorfologi Pulau Bali tidak hanya dipengaruhi oleh proses endogen seperti vulkanisme dan tektonisme, tetapi juga oleh proses eksogen berupa erosi, pelapukan, dan sedimentasi yang terus memodifikasi bentang alam vulkanik. Kajian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai hubungan aktivitas vulkanik terhadap evolusi geomorfologi Pulau Bali serta dapat menjadi dasar dalam pengembangan kajian geomorfologi vulkanik dan mitigasi bencana geologi di wilayah Bali.</p>2026-06-04T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 BENTALA: Journal of Geographyhttps://lenteranil.com/index.php/bentala/article/view/63VARIABILITAS MUSIMAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI SELAT MALAKA DAN FAKTOR PENGENDALINYA2026-06-04T15:51:59+00:00Nini Gurnayatininigurnayatii@gmail.comAlya Syafiraalyasyafira784@gmail.comAngga Afrinaldianggaafrinaldi118@gmail.com<p>Selat Malaka merupakan salah satu perairan strategis di kawasan Asia Tenggara yang memiliki karakteristik oseanografi yang kompleks. Variabilitas suhu permukaan laut (SPL) di wilayah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosfer dan kondisi oseanografi lokal, seperti radiasi matahari, kecepatan angin, serta karakteristik batimetri perairan yang relatif dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variabilitas musiman suhu permukaan laut di Selat Malaka serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi peningkatan suhu permukaan laut, termasuk fenomena hot event. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif dan sintesis tematik terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2000–2023. Literatur diperoleh melalui database Google Scholar dan Scopus dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan suhu permukaan laut dan dinamika oseanografi Selat Malaka. Hasil sintesis menunjukkan bahwa suhu permukaan laut di Selat Malaka mengalami variasi musiman yang dipengaruhi oleh perubahan angin muson dan intensitas radiasi matahari. Pada kondisi angin yang lemah, proses pencampuran massa air secara vertikal menjadi terbatas sehingga panas lebih mudah terakumulasi pada lapisan permukaan laut. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya fenomena hot event, yaitu peningkatan suhu permukaan laut yang relatif tinggi dalam periode tertentu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara faktor atmosfer dan dinamika oseanografi lokal memainkan peran penting dalam mengontrol variabilitas suhu permukaan laut di Selat Malaka</p>2026-06-04T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 BENTALA: Journal of Geography